Pengertian IP Address

IP Address (Internet Protocol Address) adalah deretan angka unik yang digunakan untuk mengidentifikasi setiap perangkat yang terhubung ke jaringan, baik itu jaringan lokal maupun internet. IP Address berfungsi seperti alamat rumah agar perangkat dapat saling mengirim dan menerima data dengan benar.


Fungsi IP Address

  1. Identifikasi Perangkat – Setiap perangkat memiliki IP Address sebagai identitas unik.
  2. Alamat Tujuan dan Asal Data – IP digunakan untuk mengatur ke mana dan dari mana data dikirim.
  3. Menghubungkan Perangkat – IP Address memungkinkan perangkat berkomunikasi dalam jaringan.
  4. Mengatur Jalur Data – Membantu router menentukan jalur pengiriman data paling efisien.

Jenis-Jenis IP Address

1. IP Address Publik

  • Digunakan untuk mengidentifikasi perangkat di internet secara global.
  • Diberikan oleh penyedia layanan internet (ISP).
  • Contoh: 114.124.21.1

2. IP Address Privat

  • Digunakan untuk jaringan lokal (LAN) seperti rumah atau kantor.
  • Tidak bisa diakses langsung dari internet.
  • Contoh: 192.168.1.1, 10.0.0.1, 172.16.0.1

Versi IP Address

1. IPv4 (Internet Protocol version 4)

  • Format: 32 bit, dibagi menjadi 4 bagian angka desimal (0–255)
  • Contoh: 192.168.1.1
  • Jumlah kombinasi: ±4,3 miliar alamat

2. IPv6 (Internet Protocol version 6)

  • Format: 128 bit, menggunakan huruf dan angka dalam bentuk heksadesimal
  • Contoh: 2001:0db8:85a3:0000:0000:8a2e:0370:7334
  • Jumlah kombinasi: hampir tak terbatas (2^128)

Kelas IP Address IPv4

IPv4 dibagi dalam beberapa kelas berdasarkan ukuran jaringan:

KelasRentang IPDigunakan untuk
A1.0.0.0 – 126.255.255.255Jaringan besar
B128.0.0.0 – 191.255.255.255Jaringan menengah
C192.0.0.0 – 223.255.255.255Jaringan kecil/kantor
D224.0.0.0 – 239.255.255.255Multicast (siaran grup)
E240.0.0.0 – 255.255.255.255Eksperimen/riset

Struktur IP Address: Net ID dan Host ID

Sebuah IP Address terdiri dari dua bagian utama:

1. Net ID (Network Identifier)

Net ID adalah bagian dari IP Address yang menunjukkan identitas jaringan tempat suatu perangkat berada. Semua perangkat dalam satu jaringan akan memiliki Net ID yang sama.

2. Host ID (Host Identifier)

Host ID adalah bagian dari IP Address yang menunjukkan identitas unik dari perangkat (host) dalam jaringan tersebut. Setiap perangkat memiliki Host ID yang berbeda, tetapi Net ID-nya tetap sama (jika dalam satu jaringan).

Contoh:

Misalnya IP Address: 192.168.1.10 dengan subnet mask 255.255.255.0

  • Net ID = 192.168.1 → menunjuk jaringan
  • Host ID = 10 → menunjuk perangkat ke-10 di jaringan tersebut

Fungsi Net ID dan Host ID

KomponenFungsi
Net IDMengidentifikasi jaringan tempat suatu perangkat berada.
Host IDMengidentifikasi perangkat tertentu dalam jaringan tersebut.

Pengaruh Subnet Mask terhadap Net ID dan Host ID

Subnet Mask digunakan untuk membedakan mana bagian Net ID dan mana bagian Host ID dalam sebuah IP Address. Contoh subnet mask umum:

  • 255.0.0.0 → hanya oktet pertama untuk Net ID (kelas A)
  • 255.255.0.0 → dua oktet pertama untuk Net ID (kelas B)
  • 255.255.255.0 → tiga oktet pertama untuk Net ID (kelas C)

Contoh Lengkap

IP Address: 192.168.10.25
Subnet Mask: 255.255.255.0

  • Net ID: 192.168.10 → jaringan
  • Host ID: 25 → host ke-25

Semua perangkat dalam jaringan 192.168.10.0 akan memiliki Net ID yang sama, tapi Host ID yang berbeda-beda.


Contoh Penggunaan IP Address

  • Router Rumah: biasanya memiliki IP seperti 192.168.0.1
  • Komputer Client: diberi IP otomatis melalui DHCP (contoh: 192.168.0.10)
  • Website: diakses melalui nama domain yang diterjemahkan ke IP publik (contoh: 142.250.190.14 adalah IP Google)


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *